Jumat, 04 Januari 2013

Re: Takdir Adanya Ia



tak perlu kau genggam takdir adanya ia

karena takdir itu adalah takdir kita

di atas semilir bambu

di atas harum bunga di taman

di atas gelora hasrat pada sepi

di atas semua yang kau rasa

bangkitlah wahai hati yang tercabik

biarkan kusembuhkan segala luka

dengan juta cinta membara

tanpa takdir adanya ia

sudikah kiranya aku bertanya pada malam

"Aih...berilah aku sejumput cium dan canda agar aku bisa bersembunyi dalam riangmu."

bisakah?

dan siang ini hanya bisa menjelma menjadi nadi-nadi yang terbakar pada jurang cinta untukmu.

hanya untukmu....



Tidak ada komentar:

Posting Komentar