tak perlu kau genggam
takdir adanya ia
karena takdir itu adalah
takdir kita
di atas semilir bambu
di atas harum bunga di
taman
di atas gelora hasrat
pada sepi
di atas semua yang kau
rasa
bangkitlah wahai hati
yang tercabik
biarkan kusembuhkan
segala luka
dengan juta cinta
membara
tanpa takdir adanya ia
sudikah kiranya aku
bertanya pada malam
"Aih...berilah aku
sejumput cium dan canda agar aku bisa bersembunyi dalam riangmu."
bisakah?
dan siang ini hanya bisa
menjelma menjadi nadi-nadi yang terbakar pada jurang cinta untukmu.
hanya untukmu....

Tidak ada komentar:
Posting Komentar