Sabtu, 29 Desember 2012

Galau

Sendiri
Sendiri kudiam
Diam Dan merenung
Merenungkan jalan
Yang kan membawaku pergi
Pergi tuk menjauh
Menjauh darimu
Darimu yang mulai berhenti
Berhenti bertahan
Bertahan untuk terus bersamaku
.......................................................
(Harus Berpisah, Cakra Khan)

Lagu yang bikin orang galau jadi bertambah galau :)
Semoga kita tidak menjadi satu di antaranya......







Jumat, 28 Desember 2012

Sepi.....



Mengapa harus takut pada sepi
Bukankah kita pernah merasakannya
Sendiri……….
Tak ada siapa-siapa
Eit…tunggu
Di sana memang tak ada yang lainnya
Tapi dengarlah
Ada degup jantung berirama
Aha, ternyata tak selamanya
Sendiri itu sepi
Mengapa harus takut pada sepi
Bukankah kelak kita akan menghadapinya
Sendiri…..
Tak ada siapa-siapa
Eit…tungggu dulu
Di sana memang tak ada yang mencintaimu
Tapi lihatlah
Akan ada malaikat yang membersamaimu
Akan ada amalan yang akan menemani harimu
Lagi….bahwa tak selamanya
Sendiri itu sepi
Mengapa harus takut pada sepi
Bukankah kita telah dan akan menghadapinya
Jika saat ini kau merasa sendiri
Maka dengar dan lihat baik-baik
Hingga kau mampu merasakan
Ada Dia dalam sendirimu
Jadi,,,,mengapa harus takut pada sepi

Kamis, 27 Desember 2012

Beri Aku amnesia





Jika boleh aku meminta
Berikan aku amnesia
Untuk satu hal itu saja
Agar tak ada lagi perih 
Yang menemani setiap langkah kaki

Jika boleh aku meminta
Berikan aku amnesia
Untuk satu hal itu saja
Agar tak ada lagi murka
antara bara hatiku dengannya

Allah…..
Jika boleh aku meminta
Berikan aku amnesia
Untuk satu hal itu saja
……………………………………..

Rabu, 26 Desember 2012

Semoga husnul khotimah




''Aku ini sudah tua, sudah semakin tidak punya tenaga, tapi kenapa ujian yg diberikan Allah semakin berat.''
Ucapan itu meluncur dari seorang perempuan jelang 60 tahunan di ujung telepon. Terbayang tubuh ringkihnya. entah kenapa tiba-tiba beliau mengeluhkan itu kepadaku. Padahal selama ini aku mengenalnya sbg perempuan yg nyaris tak pernah mengeluh hatta kepada anak-anaknya. Sdh tdk kuatkah ia? Atau memang semakin berat ujian hidup yg saat ini beliau hadapi.
Yang kutahu selama hampir 26 tahun beliau mampu menghadapi pahitnya hidup sendiri, setelah suaminya meninggal dlm sbuah kecelakaan. Sendiri beliau besarkan 8 org anak, sendiri beliau hadapi cemoohan org saat 2 orang anaknya beberapakali mjd pghuni rumah sakit jiwa, sendiri saat 1 diantara anaknya kemudian pergi dan tak pernah kembali, sendiri saat ia mendapati bercak darah di sela batuknya.Perempuan itu tak prnah mengeluh selama 26 thn tertatih mngais rizki demi anak2nya, tak malu ketika satu persatu perhiasan dan perabotnya terjual demi menebus rapot anaknya yg hanya brjarak setahun-dua tahun.
Saat ini, di 26thn kesendiriannya menghadapi pahitnya hidup, Allah berikan lagi ujian untuknya. Satu diantara anaknya kembali hilang hingga akhirnya ditemukan terkapar di ruang ICU sebuah RS di Jakarta. Saluran uretranya putus, tulang belakangnya remuk tak beraturan. Sekarang aku mulai mngerti keluhannya. Di usia yg tak lg muda, dia hrs menimba air untuk mandi anaknya, membuang air pipisnya. Duh terkadang aku brtnya kpd Allah, kenapa tak putus2 memberi beliau ujian, bahkan sampai di senja usianya. Hingga akhirnya aku menemukan jawabnya. Beliau adalah perempuan terkuat yg dipilih Nya utk menanggung beban itu. Dengan menahan air mata kubisikkan firmanNya : Laa yukallifullahu nafsan illa wusaha. Teriring doa smoga Allah mngganti derita dan airmatanya di dunia dengan senyum dan tawa di akhirat. Smoga khusnul khotimah Bu.

19 Januari 2011 pukul 19:53
Dengan mata yang memanas