Rabu, 26 Desember 2012

Semoga husnul khotimah




''Aku ini sudah tua, sudah semakin tidak punya tenaga, tapi kenapa ujian yg diberikan Allah semakin berat.''
Ucapan itu meluncur dari seorang perempuan jelang 60 tahunan di ujung telepon. Terbayang tubuh ringkihnya. entah kenapa tiba-tiba beliau mengeluhkan itu kepadaku. Padahal selama ini aku mengenalnya sbg perempuan yg nyaris tak pernah mengeluh hatta kepada anak-anaknya. Sdh tdk kuatkah ia? Atau memang semakin berat ujian hidup yg saat ini beliau hadapi.
Yang kutahu selama hampir 26 tahun beliau mampu menghadapi pahitnya hidup sendiri, setelah suaminya meninggal dlm sbuah kecelakaan. Sendiri beliau besarkan 8 org anak, sendiri beliau hadapi cemoohan org saat 2 orang anaknya beberapakali mjd pghuni rumah sakit jiwa, sendiri saat 1 diantara anaknya kemudian pergi dan tak pernah kembali, sendiri saat ia mendapati bercak darah di sela batuknya.Perempuan itu tak prnah mengeluh selama 26 thn tertatih mngais rizki demi anak2nya, tak malu ketika satu persatu perhiasan dan perabotnya terjual demi menebus rapot anaknya yg hanya brjarak setahun-dua tahun.
Saat ini, di 26thn kesendiriannya menghadapi pahitnya hidup, Allah berikan lagi ujian untuknya. Satu diantara anaknya kembali hilang hingga akhirnya ditemukan terkapar di ruang ICU sebuah RS di Jakarta. Saluran uretranya putus, tulang belakangnya remuk tak beraturan. Sekarang aku mulai mngerti keluhannya. Di usia yg tak lg muda, dia hrs menimba air untuk mandi anaknya, membuang air pipisnya. Duh terkadang aku brtnya kpd Allah, kenapa tak putus2 memberi beliau ujian, bahkan sampai di senja usianya. Hingga akhirnya aku menemukan jawabnya. Beliau adalah perempuan terkuat yg dipilih Nya utk menanggung beban itu. Dengan menahan air mata kubisikkan firmanNya : Laa yukallifullahu nafsan illa wusaha. Teriring doa smoga Allah mngganti derita dan airmatanya di dunia dengan senyum dan tawa di akhirat. Smoga khusnul khotimah Bu.

19 Januari 2011 pukul 19:53
Dengan mata yang memanas

1 komentar: