Sabtu, 12 Januari 2013

8 Tahun Perjalanan


Delapan tahun bukan waktu yang singkat untuk mengurai sebuah perjalanan. Jika kita lihat pada anak2 kita, delapan tahun adalah waktu yang telah memberi banyak hal luar biasa sejak pertama mereka diahirkan. Mereka tidak hanya bisa berjalan, tapi mereka juga bisa berlari, bermain, bersekolah, dan masih banyak lagi hal lain yang bisa mereka lakukan. Pada beberapa anak bahkan usia delapan tahun mampu "diamanahkan" menjaga adiknya. Intinya delapan tahun adalah waktu yang tidak sebentar untuk berubah dari satu fase ke fase lainnya.

Kawan, berbicara tentang delapan, tahun ini adalah tahun kedelapan dari awal berkecimpungnya saya dengan sebuah aktivitas yang berhubungan dengan pengembangan SDM (bahasa kerennya gitu, he...). Sebuah aktivitas yang awalnya saya ragu untuk memulainya, karena saya sadar, ini bukan sembarang pengembangan SDM. Tidak hanya dibutuhkan orang yang pandai bicara dan memotivasi saja dalam kegiatan ini, tapi lebih dari itu, dibutuhkan orang yang mampu berbuat. Ya, berbuat sesuai dngan apa yang telah disampaikan. Karena bagi mereka yang hanya mampu bicara tapi tidak mampu melakukan, ancamannya sungguh berat. Seringkali lidah terasa kelu ketika mengingat ayat ke 2 dan 3 dari surat As-shoff ini. Mampukah saya? Tapi berbekal semangat dari guru spiritual saya ( bahasa selebnya guru ngaji gitu, he..), dan berbekal semangat dari yang menggenggam jiwa saya: "kuntum khoiru ummati, ukhrijat linnaas, ta'muruna bil ma'ruf watanhauna 'anil munkar, wa tu'minuna billaah", bismillahirohmanirrohiim, saya memberanikan diri memulai aktivitas ini.

Bersama teman seperjuangan yang saya cintai karena Allah, saya mulai aktivitas ini dari lingkup kecil, dari lingkungan yang terdekat yaitu warga satu RT. Setahun dua tahun perjalanan, Allah memberikan karunia yang luar biasa. Ia gerakkan hati ibu2 untuk mulai menutup aurat, Ia gerakan hati ibu2 untuk hadir dan aktif menyemarakkan ta'lim. subhanallah, benar2 Allah ingin membahagiakan kami berdua dgn caraNya. Tapi sebagaimana laiknya aktivitas akhirat lainnya, ta'lim kami pun mulai menyusut seiring dengan waktu. Ada yang memang benar2 tidak datang tanpa alasan, ada yang membentuk ta'lim sendiri di lingkungan terdekatnya (untuk yang ini saya acungi jempol, karena ternyata mampu menyebar kebaikan di lingkungan sekitar), ada yang (mungkin) merasa berat dengan program yang ada,ada juga yang (mungkin) bosen sama saya, he.... Ala kulli hal, alhamdulillah ta'lim ini masih berjalan, walau mungkin tidak sesemarak dulu, walau saya tidak lagi bisa membersamai mereka di ta'lim itu, karena sejak 5 tahun yang lalu, aturan kantor yang ketat tidak memungkinkan saya untuk hadir bersama mereka di setiap jumat. hal ini jugalah yang pada akhirnya membawa saya pada aktivitas pembinaan lainnya hingga saat ini, di sela waktu libur saya bersama keluarga.

Delapan tahun sudah saya membersamai mereka, orang2 yang saya cintai karena Allah. Orang2 yang diberi kesempatan oleh Allah untuk berubah menjadi lebih baik, tidak hanya sampai pada batas faham, tapi sebagian dari mereka sudah sampai pada batas bergerak untuk memahamkan orang lain. Kawan, tidak ada yang lebih membahagiakan hati selain melihat mereka bersemangat untuk menebar nilai2 kebaikan di mana pun mereka berada. Tidak ada yang lebih membahagiakan hati selain melihat mereka istiqomah menghadiri kelompok kecilnya, meski saya tahu, tidak mudah untuk melakukan itu. Masalah keluarga, beban hidup, bosan, jemu, dan berbagai gangguan lainnya setia setiap saat membayangi langkah mereka (seperti saya juga :) Jika sudah mulai melemah, tidak ada lain yang bisa dilakukan kecuali menyerahkan mereka kepada Allah yang menggenggam hati mereka. Karena Allah lah yang mampu menggerakkan hati dan langkah mereka. doa robithoh terlantun di sela malam yang terburu buru.

Delapan tahun sudah saya membersamai mereka, orang2 yang saya cintai karena Allah. Meski beberapa diantaranya  pada akhirnnya Allah takdirkan tak lagi bersama saya, orang2 yang allah takdirkan memilih jalan yang menurutnya lebih pas untuk mereka. Jika sudah demikian, tak ada lagi yang bisa saya lakukan kecuali mengadu kepada Allah yang menjadi sumber motivasi. Memohon ampunanNya, barangkali kelalaian, kekurangfahaman, dan kekurangsungguhan saya membersamai mereka yang membuat mereka pada akhirnya memilih pergi dan menempuh jalan bersama yang lainnya. Sedih? pasti. Tersayat? iya (tanpa bermaksud lebay, sungguh ini yang saya rasakan) Pada akhirnya saya hanya bisa memohon kepada Allah, agar Ia berkenan menjaga mereka dimanapun mereka berada, dan bersama siapapun mereka saat ini.Satu yang saya yakini, mereka pasti tak akan pernah lupa, bahwa mereka pernah bersama saya (GR ya....) mencoba mengenal Allah lebih dekat.

Delapan tahun sudah aktivitas ini saya jalani.Seiring waktu selalu ada yang datang dan ada yang pergi. Ada tawa, ada tangis. Banyak pelajaran yang bisa saya dapat.Setidaknya di jalan ini Allah mengajarkan saya mengenal berbagai macam karakter untuk selanjutnya mencoba memahaminya. Tak ada kuasa saya untuk terus mendekap mereka agar terus bersama2 saya. Karena Allah  lebih tahu yang terbaik untuk saya, untuk mereka, dan untuk kelangsungan dakwah di jalanNya.Karena baik menurut saya, belum tentu baik menurutNya. Semoga Allah ampunkan saya atas hal 2 yang tidak diperkenankanNya.


Pabuaran, 28 September 2012
Kilas balik 8tahun perjalanan, disela kepedihan "kehilangan" orang2 terbaik yang saya cintai karena Allah
Beribu terimakasih kepada mereka yang memberi saya kepercayaan untuk mengajak, menemani, sesekali memerintah (he..he..), dalam upaya menjadi hamba Allah yang lebih baik dan bermanfaat untuk yng lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar