Sabtu, 04 April 2020

Praktis Vs Ekonomis - sebuah cerita perjalanan

Ini hari kedua saya memulai sebuah petualangan baru dengan pekerjaan dan tempat kerja yang baru. Kata orang bijak, selalu ada yang pertama bukan?

Pertama agak bingung karena lokasi kerja yg sekarang lebih jauh dari sebelumnya. Harus merancang ulang jadwal keberangkatan kalau tidak mau terlambat😊. Repot? Hmm...tergantung dari sisi mana kita memandang si ya. Alhamdulillah sejak awal saya sudah mempersiapkan mental hehe, bahwa setiap perubahan pasti akan diikuti dengan perubahan yang lainnya juga. Sebab diam dan kekeuh tidak mau berubah dalam sebuah perubahan rasanya konyol.

Baiklah sebelum memulai petualangan baru saya sudah mencoba bertanya kepada beberapa orang bagaimana cara tercepat dan ter-enak yg bisa mengantarkan saya ke tujuan. Ada banyak jalan menuju Roma bukan? Pun demikian dengan ini, ada banyak jalan menuju PKN STAN, Bintaro. Tetapi dari semua alternatif yang ada, pilihannya ternyata mengerucut pada 2 hal. Mau praktis atau ekonomis huhu😘

Seorang teman abinya yg sdh menjadi dosen tetap dan masih mukim di Depok menunjukkan kepada saya bagaimana cara tercepat menuju JurangMangu. Di antaranya dengan naik krl menuju stasiun Tanjung Barat, untuk selanjutnya nyambung naik taksi dari sana menuju kampus. Ini yg saya sebut cara praktis tapi mungkin kurang ekonomis karena butuh merogoh kocek yg tidak sedikit untuk itu hehe.

Cara kedua mengikuti jalur si roda besi aja. Dari Citayam menuju Tanah abang, setelahnya nyambung kereta lagi menuju Stasiun Pondok Ranji. Ini yg saya sebut ekonomis, sebab ga butuh banyak mengeluarkan ongkos untuk itu😅. E tapiii, cara ini sama sekali nggak praktis sebab saya harus keliling sepanjang jalur kereta dan memakan waktu kurang lebih 2 jam untuk itu.

Jadi? Pada akhirnya, semua memang ada plus dan minusnya. Mau cepet tapi mahal atau mau irit tapi luama. Dan rasanya saya tidak akan ekstrim memilih satu diantara keduanya. Rasa rasanya lebih asik kalau di combine saja.
Tergantung kebutuhan saja, ada kalanya asik juga memilih alternatif pertama. Nah kalau lagi pengen irit atau menghindari kemacetan kota, ya pilih alternatif kedua hehe. Meski, saya pernah mendengar ungkapan ini, " Orang "kaya" merelakan uangnya demi menghemat waktunya, sementara orang "miskin" merelakan waktunya demi menghemat uangnya."
Kesimpulannya?😁

Tidak ada komentar:

Posting Komentar