
Waktu itu, saya ada dalam posisi mereka, sebagai cami alias calon mahasiswi Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Pagi tadi, di depan mereka, saya mencoba berempati atas apa yg mereka rasakan. Campur aduk pasti. Apalagi yg berasal dari luar jakarta. Kudu setrong mentalnya.
Tidak hanya harus beradaptasi dengan lingkungan baru, teman baru, atau membiasakan diri jauh dari keluarga. Tapi ada hal penting lainnya yg harus mereka hadapi dengan optimisme dan usaha yg keras, yaitu ancaman DO jika mereka tidak mencapai IP minimal yg dipersyaratkan.
Maka dalam sebuah perkenalan singkat, saya menyampaikan kepada mereka untuk meluruskan niat, menguatkan tekad, dan memperbesar usaha agar apa yg mereka cita citakan tercapai.
Ah, melihat mereka serasa melihat anak saya. Maka sebagaimana ibu mereka, saya pun berdoa, semoga mereka semua bisa menyelesaikan study dengan baik. Bismillah ya anak-anak, calon-calon ahli keuangan negara, masuk bersama, keluar bersama. Aamiin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar