Selasa, 28 Agustus 2018

Hijab antara Langit dan Bumi

"Doa seorang hamba selalu akan terkabul, selama ia tidak berdoa untuk sebuah dosa, memutuskan tali silaturahmi, dan tidak tergesa-gesa" (H.R Muslim dari Abu Hurairah)

Terkadang, kita merasa telah memanjatkan banyak doa kepada Allah. Tak hanya meminta, bahkan kita juga telah berdoa pada waktu, tempat, dan momentum yang tepat sesuai dengan ajaran Rosulullah SAW tentang doa. Akan tetapi, apa yang kita minta, belum juga dikabulkan oleh Allah SWT. Padahal, bukankah Allah sendiri yang mengatakan, berdoalah kepadaKu, maka Aku akan kabulkan doamu? Jadi, apa yang salah?

Kawan, ketika kita berada dalam situasi tersebut, alih-alih menggugat Allah, maka bersegera untuk menengok diri kita sendiri adalah pilihan terbaik. Ada apa dengan diri kita? Berusahalah untuk menemukan apakah gerangan yang menjadi hijab yang menghalangi, sehingga doa kita tidak sampai ke langit.

Dosa. Ya, barangkali ada dosa yang kita lakukan sehingga dosa itulah yang kemudian menjadi sebab tidak dikabulkannya doa kita. Beberapa di antara dosa itu bisa jadi berasal dari pakaian yang kita pakai atau makanan dan minuman yang kita konsumsi. Ustadz Anis Matta dalam buku kecilnya "Setiap saat bersama Allah" mengutip apa yang Rosulullah sampaikan dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Muslim.

"Tentang seorang laki-laki yang melakukan perjalanan jauh, rambutnya kusut masai, wajahnya berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit, sambil berseru, 'Ya, Tuhan, ya Tuhan.....' tetapi makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, bagaimana mungkin doanya akan terkabul?" (HR. Muslim dari Abu Hurairah)

Selanjutnya dalam buku yang sama Anis Matta mengatakan bahwa dosa memang harus dibalas dengan hukuman, dan hukuman dari dosa adalah penolakan.

Jadi begitu ya, saat kita terus berdoa, tapi belum juga terlihat tanda-tanda doa kita dikabulkan oleh Allah, boleh jadi salah satu penyebabnya adalah karena ada hijab yang menghalangi antara doa kita dengan Allah. Dan salah satu hijab itu boleh jadi adalah dosa-dosa kita sendiri.
Wallahu a'lam.

Maroji': Setiap Saat Bersama Allah by Anis Matta, Penerbit Al-I'tishom,

Tidak ada komentar:

Posting Komentar